Borong Medali di Aichi-Nagoya, Dua Mahasiswa UMBY Bersinar di Asian Para Games 2026

YOGYAKARTA – Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali mencatatkan capaian prestisius di kancah internasional. Tiga atlet para bulu tangkis yang berlaga mewakili Indonesia pada ajang 5th Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, dua di antaranya merupakan mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Keolahragaan UMBY sukses menyumbangkan medali emas dan perunggu bagi kontingen Merah Putih.
Prestasi puncak diraih oleh Muh Al Imran, mahasiswa Ilmu Keolahragaan UMBY yang berpasangan dengan Suryo Nugroho. Turun di nomor ganda putra klasifikasi SL3–SU5, pasangan ini berhasil membawa pulang medali emas. Tidak berhenti di situ, Muh Al Imran juga mempersembahkan medali perunggu pada nomor tunggal putra SL3. Capaian gemilang ini diperlengkap oleh mahasiswi Ilmu Keolahragaan UMBY, Qonitah Ikhtiar Syakuroh, yang mengamankan medali perunggu pada nomor tunggal putri klasifikasi SL3.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMBY, Dr. Nuryadi, S.Pd.Si., M.Pd., MCE, CLOT, MOS., menegaskan bahwa torehan medali ini mengukuhkan peran fakultas dalam mendukung pengembangan bakat dan inklusivitas di bidang olahraga. "Keluarga besar FKIP UMBY merasa sangat bangga dan bersyukur atas torehan emas dan perunggu ini. Prestasi ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk mengibarkan bendera Indonesia di kancah tertinggi. FKIP UMBY terus berupaya menjadi ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan mendukung penuh aktualisasi kompetensi mahasiswa di pentas nasional maupun internasional," tegas Dr. Nuryadi.
Apresiasi senada turut disampaikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP UMBY, Ginanjar Nugraheningsih, S.Pd.Jas., M.Or., yang menyoroti konsistensi latihan para atlet. "Pencapaian Muh Al Imran dan Qonitah di panggung Asia merupakan bukti nyata bahwa dedikasi, disiplin latihan, dan pemahaman keolahragaan yang matang mampu melahirkan prestasi kelas dunia. Kami di Prodi Ilmu Keolahragaan berkomitmen penuh memberikan ruang, fleksibilitas akademik, serta dukungan moril maupun keilmuan sport science agar para atlet terus berkembang tanpa mengorbankan masa depan akademiknya," ujar Ginanjar.
Dukungan terhadap kelanjutan studi para atlet juga ditekankan oleh Dosen Pembimbing Akademik (DPA), Dody Tri Iwandana, S.Pd., M.Or., AIFO. Ia mengapresiasi keseimbangan antara kiprah kejuaraan dunia dengan komitmen perkuliahan mahasiswa binaannya. "Kami sangat mengapresiasi perjuangan luar biasa Muh Al Imran dan Qonitah yang sukses mengukir prestasi di level Asia. Kendati memiliki agenda kompetisi dan pemusatan latihan yang padat, sebagai mahasiswa berprestasi mereka tetap diharapkan mampu menuntaskan kewajiban akademik dan lulus tepat waktu. Pihak prodi tentu akan terus mendampingi serta memfasilitasi kebutuhan akademiknya agar prestasi olahraga dan capaian gelar sarjana dapat berjalan beriringan," jelas Dody Tri Iwandana.
Saat berkesempatan berbagi pengalaman di kampus UMBY, para atlet menegaskan pentingnya proses dan resiliensi. “Prestasi ini merupakan buah dari komitmen latihan, disiplin harian, serta doa dan dukungan banyak pihak. Semoga capaian ini memotivasi rekan-rekan mahasiswa lain untuk terus berjuang dan tidak mudah menyerah dalam mengejar target,” ungkap Qonitah.
Senada dengan Qonitah, Muh Al Imran menilai kompetisi internasional ini sebagai modal berharga untuk terus mematangkan performa. “Berkompetisi dan meraih podium di tingkat Asia adalah pengalaman luar biasa. Kami berharap pencapaian ini kian memacu semangat atlet disabilitas di Indonesia untuk terus unjuk gigi dan memberikan hasil terbaik bagi bangsa,” pungkas Al Imran yang didampingi pasangannya, Suryo Nugroho.
Keberhasilan di Asian Para Games 2026 ini diharapkan semakin memperkuat reputasi UMBY sebagai perguruan tinggi yang aktif mencetak talenta unggul dan kompetitif di kancah global.
Admin Web
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *