“Secuil Harapan, Beribu Tekad” Syahadah Mahasiswa PBI UMBY Berbagi Pengalaman Lolos Microsoft Productivity : The Moderen Workplace

( Yogyakarta, 30/8), Pertama-tama, saya sangat bersyukur karena pemerintah mengadakan program merdeka belajar untuk para mahasiswa di Indonesia. Hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk memberikan pengalaman belajar baru dan mempersiapkan mahasiswa untuk siap terjun ke masyarakat dan dunia industri.

Sedikit cerita, bulan lalu, saat saya mendengar ada program merdeka belajar sebenarnya saya biasa-biasa saja dan tidak tertarik untuk ikut. Namun karena ada beberapa teman saya yang lolos kampus mengajar dan ada beberapa teman dekat di universitas lain yang juga lolos, disitu saya merasa terpacu untuk ikut juga. Namun karena kampus mengajar tersebut sudah ditutup pendaftarannya, maka saya mencari informasi siapa tau masih ada program lain selain kampus mengajar yang masih membuka program. Syukurnya pada saat itu, teman seperjuangan saya ketika mendaftar kampus mengajar batch 1 memberikan informasi bahwa masih dibuka pendaftaran untuk program magang dan studi independen. Alhasil karena saya ingin sekali lolos dan saya pikir itu adalah kesempatan yang bagus untuk menambah pengalaman, maka saya mencari informasi ke teman teman saya yang lain mengenai program ini. Kebetulan waktu itu dosen juga mengadakan diskusi mengenai program kemendikbud tersebut. Ikutlah saya ke dalam diskusi tersebut dan bertanya mengenai program magang dan studi independen.

 

Awal mula saya mendaftar, saya tidak terlalu banyak berpikir mengenai kualaifikasi dan syarat-syarat secara detail. Tiga hari berturut-berturut saya melihat lowongan dan apply ke berbagai perusahaan yang membuat saya tertarik. Awalnya memang belum ada pemberitahuan apapun. Akhirnya saya bertanya lagi ke teman saya yang berbeda universitas yang sudah lolos studi independen mengenai cv saya. Apakah sudah betul cv saya tersebut dan apakah sudah sesuai format. Kemudian teman saya memberi masukan mengenai cv yang benar dan mengoreksi cv saya. Kemudian saya memperbaikinya dan apply lagi ke perusahaan yang lain. Bisa dibilang banyak sekali perusahaan yang saya lamar. Ada sekitar kurang lebih dua puluh perusahaan termasuk program magang dan studi independen yang saya lamar. Tiga diantaranya saya lolos ke tahap selanjutnya. Namun keesokan harinya, tiba-tiba saya dinyatakan lolos di program studi independen Microsoft Productivity: The Modern Workplace. Disitu saya senang, namun saya terheran-terheran apakah ini betul lolos? Karena disitu saya langsung dinyatakan lolos tanpa melewati tahap wawancara maupun mengisi google form. Pada awalnya saya merasa ditipu. Namun tidak mungkin kalau saya ditipu, di website nya itu terdapat tulisan lolos dan perusahaan yang lainnya terdapat tulisan “tidak diambil”. Saya panik pada saat itu karena mendengar teman saya sudah mendapat link grup telegram dan informasi lanjutan sedangkan saya belum. Akhirnya saya menghubungi akun facebook resmi perusahaan Indonesia untuk menanyakan program tersebut. Beberapa hari kemudia saya dihubungi oleh teman dari jurusan Psikologi yang juga keterima di program tersebut namun sama seperti saya belum ada informasi apapun. Saya memutuskan untuk bersabar dan terus menunggu. Setelah menunggu beberapa minggu, alhamdulillah terdapat informasi lanjutan yang masuk ke email mengenai on boarding microsoft productivity tetsebut dan disitu saya merasa tenang dan bersyukur akhirnya penungguan saya selama ini tidak sia sia dan kata “lolos” tersebut benar adanya:) (Red. G. Sun-Ardhie)

Written by 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.