Inovasi Pendidikan Ideal di Era New Normal

(Yogyakarta, 28/8) – Pembelajaran online atau daring yang diterapkan oleh pemerintah selama ini masih menjadi pro dan kontra di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor pemicunya. Selain berkaitan dengan kendala para siswa sampai permasalahan orang tua dalam mendampingi anaknya dalam melakukan pembelajaran online, juga berkaitan kuota pulsa yang berimbas pada tingginya biaya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Agustinus Hary Setyawan S. Pd., M.A. dalam Talkshow Pendidikan bertema ‘Inovasi Pendidikan  Ideal di Era New Normal’ pada 23 Agustus 2020. Acara yang diselenggarakan secara online karena masih dalam masa pandemi Covid-19 tersebut digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UMBY.

Talkshow ini  diisi oleh narasumber yang bertaraf nasional yang juga sebagai anggota tim Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Arwan Nur Ramadhan, M. Pd.

Arwan Nur Ramadhan memberikan beberapa tips inovasi dan strategi sebagai pendidik profesional. Seperti diantaranya pendidik harus memiliki inovasi yang berfikir kreatif, terbuka, memiliki rasa penasaran, berfikir kritis dan high order thinking. Para pendidik harus beranjak dari zona nyaman untuk menciptakan perubahan dan pengembangan diri.

Apalagi di era sekarang yang serba berbasis teknologi, juga imbas adanya pandemi Covid-19 yang menjadikan pendidik juga harus ekstra membiasakan dengan budaya literasi, menguasai teknologi, memperluas jaringan dan mejadi penggerak. “Selalu berfikir positif dalam menghadapi setiap keadaan agar energi kita dapat disalurkan untuk berinovasi dan berkreasi,” tutur Arwan.

Written by 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.