CALL FOR PAPERS SEMINAR NASIONAL FKIP 2018

 

Pembangunan karakter saat ini menjadi perhatian yang begitu penting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, vyang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.  Konsep dasar penguatan pendidikan dan penguatan  karakter yang kembali digaungkan pada tahun 2017 ini adalah penguatan lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas. Kelima nilai utama karakter bangsa yang dimaksud adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Strategi implementasinya dapat dilakukan melaui kegiatan intrakurikuler, kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Berbicara tentang karakter  tentu bukan hal yang baru bagi kita.  Ir. Soekarno, salah satu pendiri Republik Indonesia, telah menyatakan tentang pentingnya“ nation and character building”  bagi negara yang baru merdeka. Pembangunan karakter bangsa yang sudah diupayakan dengan berbagai bentuk, hingga saat ini belum terlaksana  dengan optimal.  Upaya  pembangunan bangsa, khususnya untuk  nation and character building dirasakan semakin urgen, terkait di era  digital  yang sarat dengan perubahan telah membawa dampak negatif terhadap pembinaan moralitas anak bangsa. Hal itu tercermin dari semakin meningkatnya kriminalitas, pelanggaran hak asasi manusia, ketidakadilan hukum, kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai pelosok negeri, pergaulan bebas, pornografi dan porno aksi, tawuran  yang terjadi di kalangan remaja, kekerasan dan kerusuhan. Selain itu, perkembangan teknologi ke arah serba digital saat ini semakin pesat. Pada era digital seperti ini, manusia secara umum memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari  perangkat yang serba elektronik.

Era digital telah membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang  bisa gunakan sebaik-baiknya. Namun dalam waktu yang bersamaan, era digital juga membawa banyak dampak negatif, sehingga menjadi tantangan baru dalam kehidupan manusia di era digital ini. Tantangan pada era digital telah pula masuk ke dalam berbagai  bidang seperti politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan, dan teknologi  informasi itu sendiri.

Selain permasalahan mengenai karakter bangsa, masih terdapat beberapa kasus  penting yang menyangkut konten digital yang sangat memprihatinkan. Kasus-kasus dalam interaksi digital kita banyak sekali menyisakan pekerjaan rumah yang memerlukan sentuhan untuk perubahan. Kasus-kasus bullying, hoax, pornografi, isu politis dan SARA sepertinya selalu riuh dan panas. Reaksi masyarakat digital pun beragam. Ada yang tetap bijak dan tenang, namun tidak sedikit pula yang panas dan penuh aura kebencian dan berujung perpecahan. Bukankah ini memprihatinkan, maka ada tantangan besar bagi dunia pendidikan kita, apabila ingin membangun karakter jangan sampai ranah digital ini tidak tersentuh.

Memperhatikan situasi dan kondisi karakter bangsa pasca reformasi yang dinilai sudah memprihatinkan, seyogyanya seluruh komponen bangsa  sepakat untuk menempatkan pembangunan karakter bangsa (nation and character building) sebagai prioritas yang utama. Ini berarti setiap upaya pembangunan harus selalu dipikirkan keterkaitan dan dampaknya terhadap pengembangan karakter bangsa. Melalui perubahan skema pendidikan yang inovatif dan berlandaskan penanaman karater yang kuat diharapkan permasalahan bangsa yang berhubungan dengan era digital dapat teratasi.

Penerapan Pendidikan di Indonesia, khususnya di istitusi sekolah  saat ini lebih cenderung mementingkan capaian kompetensi akademik ketimbang capaian kompetensi karakter. Maka dari itu diperlukan suatu perubahan yang sistematik dalam mendukung proses penguatan karakter. Perubahan dalam pendidikan, baik sistemik maupun parsial sering dipahami sebagai proses inovasi. Pembaharuan (inovasi) sangat diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetap juga dalam segala bidang termasuk bidang pendidikan.Pembaruan pendidikan diterapkan di dalam berbagai jenjang pendidikan memerlukan strategi pembelajaran yang berprinsip pada: pengetahuan (knowledge), sikap (disposition) yang berpangkal pada kebajikan (virtues) dengan sejumlah nilai-moral didalamnya serta keterampilan (skill). Berbicara tentang inovasi pendidikan berarti berbicara Dalam konteks nyata peran inovasi pendidikan dapat menjadi alternatif media dalam penguatan karakter dalam menghadapi era digital.

Setiap komponen sistem pendidikan dan inovasi pendidikan menjadi topik yang selalu hangat dibicarakan dari masa ke masa. Isu ini selalu juga muncul tatkala orang membicarakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan. Melalui Inovasi pendidikan  diharapkan mampu membangun karakter bangsa di era digital dalam upaya mengantarkan anak bangsa untuk dapat hidup layak dalam lingkungan masyarakatnya yang kondusif masa akan datang. Selain itu individu dapat berkontribusi bagi eksistensi dan kemajuan hidup bangsa dan negara.

INFO LENGKAP TENTANG SEMINAR NASIONAL DAN CALL FOR PAPER FKIP UMB YOGYAKARTA 2018 BISA KLIK TAUTAN BERIKUT

Leave a Reply